Thursday, February 1, 2018

Pantai Greweng

Entah ada fikiran apa , weekend singkat 13 Januari 2018 kemaren adek saya yang masih
berusia 10 tahun kelas 3 SD mengajak liburan . Katanya sih pengen foto di tenda seperti
foto-foto di galeri handphone saya . Lah saya bingung mau ngajak kemana nih bocah 10
tahun ? Kalau saya ajak ke gunung gak mungkin dapet ijin sama ibu . Akhirnya accept
juga ijinnya ke pantai gaes . Oke lah kesekian kalinya camping di pantai bareng 2
ponakan saya , yang 1 umur 18 tahun bulan november 2017 kemaren dan yang 1 yang
masih berusia 10 tahun tadi .
Semua alat udah siap dan tujuan pantai juga sudah jelas . Yes , Pantai Greweng tujuan
kami . Untuk akses menuju Pantai Greweng sangat mudah , cuma saja saya ini orangnya
terlalu pede . Dan akibat kepedean saya ini berakhir nyasar sampai di kabupaten
Pacimantoro Wonogiri ( wkwkwk ) . Pantai Greweng ini berlokasi di dekat Pantai
Wediombo . Tentu saja sudah tidak asing kan mendengar Pantai Wediombo daripada
Pantai Greweng ? Karna pantai ini terletak bersebelahan dan dulu saya pernah ke Pantai
Wediombo makanya saya pede ngasih aba-aba tanpa membuka goegle maps .
Seharusnya perjalanan yang kami tempuh dari Kota Klaten sampai ke lokasi Pantai hanya
memakan waktu sekitar 3 jam . Karna ada insiden kesasar tadi akhirnya hampir 4 jam
saya baru sampai ke Pantai Greweng . Yang kata teman saya pantai ini sangat eksotis dan
bagus untuk mengambil angel foto bak anak pantai kekinian . Selain pantainya yang
eksotis , Pantai Greweng ini juga memilik ciri khas yang begitu unik dibandingkan
pantai-pantai lainnya . Selain ciri khas bibir pantai yang diapit oleh 2 bukit ini , Pantai
Greweng juga memiliki akses perjalanan kaki yang lumayan jauh .
Saya memang penikmat jalan kaki beribu-ribu mdpl , seperti jalur pendakian gunung-
gunung di jawa . Tapi saya juga tidak kalah update untuk menikmati pantai hitz di
kabupaten Gunung Kidul . Dan ini salah satu pantai yang aksesnya harus mengorbankan
energi cukup banyak #fyuhhh
Akses menuju bibir pantai ini kita akan diantar oleh seorang bapak-bapak menuju jalur
kecil di tengah-tengah kebun warga . Itulah jalur yang nantinya akan kita lalui dengan
senyum dan semangat ( haha ) . Jalurnya sih kalau untuk pejalan orang dewasa sekitar 30
menit , tapi karna saya sedang menjadi Mami dadakan bawa anak kecil ya hampir 60
menit sampai di Pantai Greweng . Selain ngajak anak kecil , jalur juga sangat extream
setelah ada turun hujan malemnya . Efek air hujan alhasil jalanan becek ga ada bebek ga
asekkk lah :(
Sempat BT sih lihat jalur yang becek dan licin , tapi no problem . Semua terbayar dengan
pesonanya Pantai Greweng ini gaes . Ombak yang menari-nari dan merdunya gemuruh
angin pantai yang benar-benar jadi obat penat setelah beberapa hari bergelut dengan suara
telpon kantor , dengan layar komputer yang isinya cuma angka dan suara orang-orang
minta ini itu .

Sudahlah lupakan sejenak hiruk pikuk meja kerja , saatnya refresh otak yang setiap hari
berteriak ‘aku ajakin piknik dong , ayolah piknik , kapan pikniknya nih’ ( hiks ) .
Tanpa membuang-buang waktu gaes kami pun bergegas mendirikan tenda di pasir pantai
yang empuk dan semilir angin yang pelan-pelan mulai masuk di bagian otak sebelah kiri (
haha sok tau )
Tapi sedikit kurang beruntung perjalanan kali ini , pukul 21.00 grimis manis udah dateng
aja . Angin lumayan kenceng dan banyak tenda yang nggak kuat pasaknya . Memang
kalau di pantai seharusnya pasak tenda harus ditumpukin batu gaes , supaya lebih
kencang . Karna pasak memang lebih kuat jika di area tanah dibandingkan di area pasir
(Ini saran gaes dari pengalaman saya kemaren) .

No comments:

Post a Comment