Gunung Merbabu ? Siapa sih pendaki yang tidak mengenal gunung yang satu ini ?
Selain mempunyai jalur pendakian yang banyak , gunung ini mempunyai daya tarik yang
sangat amat banyak diminati para pendaki . Entah dari Jawa atau dari luar Jawa . Banyak
yang bilang bahwa Gunung Merbabu selalu bikin rindu . Nyatanya memang iyaa gaes ,
Saya yang ketiga kalinya mendaki Gunung Merbabu ini dan tidak ada bosannya .
Kali ini saya akan berbagi pengalaman mendaki Gunung Merbabu via Selo lama .
Gunung yang mempunyai tinggi 3.428 meter diatas permukaan laut ini mempunyai
hamparan sabana yang sangat luas , jika temen-temen mendaki dari Selo ya . Karna
sabana ini hanya ditemui di jalur pendakian via Gancik , Selo , dan Suwanting .
31 Desember 2017 kami 7 orang dari semarang , 3 cewek dan 4 cowok . Dengan
menggunakan sepeda motor kami start pukul 21.00 dan sampai di Basecamp pukul 22.30
. Tidak susah mencari basecamp ini , karena sebelumnya saya sudah pernah kesini ( hehe
) . Setelah sampai di Basecamp kami beristirahat untuk melakukan pendakian esok
harinya .
Habis gelap terbitlah terang gaes , pepatah mengatakan seperti itu . Karna terang sudah
kelihatan kami mulai melakukan pendakian mulai pukul 07.30 . Ya teman saya 2 cewek
ini baru pertama naik gunung makanya kami tidak mau terlalu siang , biar sampainya
tidak terlalu gelap dan istirahatnya bisa lama .
Simaksi di Gapura Pendakian Gunung Merbabu dengan harga tiket yang sangat
terjangkau , Rp.5,000/orang dan asuransi Rp.1,000/orang . Ini nih kelebihannya gunung
di Jawa Tengah , gunung yang sangat menarik harga tiket nya juga tidak mahal . Menurut
saya kelas pelajar banget harga tiketnya gaes .
Saat itu cuaca masih bersahabat , tidak terlalu panas juga tidak mendung . Sip lah buat
mendaki di musim hujan .
2 jam berlalu kami sudah sampai di pos 1 Dok Malang Gunung Merbabu via Selo , tidak
begitu mengecewakan sih ngajak pemula naik di gunung ini . Karna treknya juga tidak
terlalu nanjak , masih banyak bonus-bonus landai . Jadi cocok banget buat para pemula
lewat jalur Selo .
Beristirahat hampir 20 menit dan sambil foto-foto pacar orang . Eh mengambil foto
sendiri maksudnya ( haha ) . Setelah menghilangkan lelah di pos I kami melanjutkan
pendakian menuju pos II tikungan macan . Dari pos I sampai ke pos II tidak terlalu jauh ,
kami hanya memakan waktu sekitar 60 menit . Karna medan sudah mulai anarki jadi
temen saya bilang “ Pelan-pelan yaa mbak yang penting sampai” . Sambil mengambil
nafas dan masih ngos-ngosan :D
Jangan melewatkan setiap momen indah di masing-masing pos ya gaes . Di pos II ini kita
sudah bisa menikmati pemandangan yang sangat indah . Ada juga yang mendirikan tenda
di area ini , karena cukup rata namun tidak terlalu luas .
Dari pos II menuju pos III ini masih terbilang landai , lama perjalanan hampir 60 menit .
Karena kami pejalan santai , yang bikin lama itu kita menikmati pemandangan sambil
pelan-pelan dan wajib foto selfie . Harus sabar deh kalau suatu saat nanjak bareng kita .
Vegetasi pos III ini mulai dipenuhi dengan bunga abadi . Yaitu bunga edelweys yang
sangat cantik , dan disinilah kita menemukan titik keindahan sabananya merbabu .
Mengingat perjuangan yang belum selesai , setelah mengisi amunisi di pos III Batu Tulis
kami bergegas menuju Sabana I . Yesssss , disinilah kita mulai jalur yang sesungguhnya .
Medan sudah nanjak dan berat , sangat licin jika melewati jalur ini selepas hujan . Jadi
tetep waspada dan berhati-hati .
Karna cuaca pun sudah mulai tidak berteman , kabut turun dan grimis tipis kami
memutuskan untuk camping di sabana I . Di sabana I adalah tempat camp paling aman di
banding pos III gaes , karna di pos III rawan terkena badai dan jarang pepohonan . Jadi
disarankan kalau mendaki dari via Selo , lebih baik camp di sabana I atau sabana II .
Keesokan harinya cuaca masih buruk dan terlihat gelap puncak Gunung Merbabu ,
sepakat team untuk tidak melakukan summit . Disamping tidak mendapat view yang
bagus kami juga menghindari jika di atas ada badai .
No comments:
Post a Comment